Ayo Bersama Majukan Industri Kreatif Pacitan

December 8, 2010
By

Perkembangan industri kreatif di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sampai saat ini masih terkendala bahan baku serta sumber daya manusia (SDM), kata Kabid Perindustrian di Dinas Koperindag Pacitan, M. Affandi (13/11). Ia mengklaim, sebenarnya pihaknya sudah berupaya melakukan berbagai terobosan untuk menyikapi masalah tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan produk-produk industri kreatif asal Pacitan ke berbagai ajang perlombaan dan pameran di daerah lain, baik di ibu kota Provinsi Jatim (Surabaya), maupun di Jakarta. “Tujuannya dari keikutsertaan lomba maupun pameran semacam itu tak lain sebagai media promosi sekaligus mencari peluang pasar bagi produk-produk industri kreatif dari Kabupaten Pacitan,” terangnya.

Selain itu, guna melatih keahlian para perajin, setiap tahun Diskoperindag Pacitan juga tak pernah absen mengirimkan sejumlah perajin untuk mengikuti pelatihan sesuai bidangnya masing-masing. Mereka bahkan juga diberi bantuan peralatan agar produktivitas mereka meningkat. Saat ini kinerja karyawan di Pacitan masih tertinggal.

Contohnya pada pengelolaan potensi batu alam. Pacitan dikenal memiliki bahan baku berkelas, namun susah digali. Setelah diolah dan dijual, harganya Rp 55 ribu per meter persegi. Harga itu relatif lebih mahal dibanding produk di Malang maupun Tulungagung yang berkisar Rp 53 ribu per meter persegi. Padahal, pengusaha batu alam Tulungagung, mengambil bahan bakunya dari Pacitan. Setelah dilakukan evaluasi, ada persoalan mengenai SDM-nya. Kinerja karyawan di Tulungagung beda dengan di Pacitan. Jika di Tulungagung, satu karyawan bisa menghasilkan sekitar tujuh meter persegi setiap hari. Sedangkan satu karyawan di Pacitan hanya mampu menghasilkan sekitar dua meter persegi. “Waktu kerja sama, bahan juga sama. Tetapi, perolehan hasilnya beda,” diungkapkan oleh kepala Bappeda dan Penanaman Modal Pacitan Edy Yunan Achmadi, saat menerima staf ahli DPR RI Irfan Reza (11/2).

Kondisi itu membuat pengusaha di Pacitan kalah bersaing. Akibatnya, pengusaha lokal menjual ke luar kota dalam bentuk bahan baku. Hal serupa juga terjadi pada kayu hutan,empon-empon dan sebagainya. “Kayu-kayu asal Kabupaten Pacitan banyak yang dijual secara gelondongan ke luar daerah. Akibatnya, yang tersisa tinggal kayu dengan kualitas di bawah standar dan itu berdampak pada mutu produk industri kreatif kami,” terang Affandi.

Selain itu, ada permasalahan lain yang dinilai sebagai penyebab kesulitan mendapatkan SDM mumpuni. Yakni, banyaknya anak muda yang meneruskan kuliah di luar kota. Sayangnya, pemuda potensial tersebut enggan bekerja di Pacitan setelah lulus. Tidak sedikit di antara mereka yang kemudian menjadi orang sukses.

Meski demikian, Yunan optimistis ke depan Pacitan akan mampu bersaing dengan daerah lain. Keyakinan itu muncul setelah beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan maupun akses umum lainnya mulai digarap. Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) misalnya, akan membuat transportasi menjadi murah. Begitu juga rencana pemerintah membangun pelabuhan perintis, yang akan dimulai Maret tahun ini. Keberadaan infrastruktur pendukung itu, nantinya akan menggairahkan iklim ekonomi. Paling tidak, banyak pelaku usaha datang ke Pacitan. Sehingga, ekonomi menjadi tumbuh lantaran bertambahnya perputaran uang. “Selama ini, banyak uang Pacitan yang dibawa ke luar. Baik untuk biaya pendidikan, belanja dan sebagainya,” tandas Yunan. Sementara itu, Irfan Reza mengatakan pembangunan tidak harus bentuk fisik. Tetapi, perlu pembangunan manajemennya. Semua itu bermuara pada pelayanan menjadi baik, cepat dan murah. “Kami akan membantu mencetak wiraswastawan pemuda di lingkungan pedesan,” kata Irfan.

Di Kabupaten Pacitan saat ini tercatat ada sebanyak 15.269 unit usaha kerajinan/industri kreatif, mulai dari yang berskala kecil, menengah, hingga industri rumah tangga atau berskala kecil. Dari jumlah itu, 90 persen lebih adalah industri kecil. Sedangkan sisanya industri menengah dan rumah tangga.

Dari beragam industri, yang paling menonjo adalah industri kreatif. Terdapat 14 kelompok jenis industri kreatif di Kabupaten Pacitan. Beberapa di antaranya adalah jasa fotografi dan komputer, periklanan, desain grafis dan fasion, media penyiaran, serta industri kerajinan. Khusus industri kerajinan sebenarnya memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan. Bahkan seperti industri kerajinan batu mulia Pacitan sudah bisa menembus pasar internasional, seperti Jepang, Thailand, Kanada, serta Belanda.

Sumber:
Industri Kreatif Pacitan Terkendala Bahan dan SDM“, dan “Pacitan Masih Jadi Daerah Tertinggal“. Gambar.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *